Dan Kades pun Berhadapan dengan Mayat


Suasana begitu mencekam. Malam pekat legam hitam. Suara-suara asing mendesing kuping. Bising bahkan pusing. Entah dari mana dan siapa yang datang. Datang memaksa karena perintah. Melawan sangat tak kuasa. Menawar pun tak bisa.

“Ya ayyuhan nafsul muthmainnah…. irji’i……. “Ya ayyuhan nafsul muthmainnah…. irji’i…….

“Ya ayyuhan nafsul muthmainnah…. irji’i…….

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh suka cita. Lihatlah visualisasi kesenangan di akhirat kelak. Engkau lelah di dunia maka diakhirat ada harapan bersenang-senang. Engkau diperdaya sesama di dunia maka di akhirat ada harapan dimulyakan Alloh.

Maut itu pasti. Bersiaplah menuju sesuatu yang pasti.

Gambar

Kepala Desa Mandalawangi, Edi Junaedi (tengah) tertunduk khusyu di hadapan mayat sesaat sebelum dimakamkan. Kepala Desa (Kades) Edi Junaedi sangat empati pada nasib waganya. Setiap ada warga yang meninggal dunia senantiasa hadir dan membantu keluarga yang berduka.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: